Minggu, 01 Mei 2016

Seperti Apa Ujian dan Cobaan Untuk Orang-orang yang Beriman

Seperti Apa Cobaan Untuk Orang-orang yang Beriman?

Ujian diperlukan untuk mengukur tingkat pencapaian dari objek yg diuji. Ukuran ini diperlukan sebagai basis penentuan level dan pemberian reward.

Demikian pula orang-orang yang beriman. Mereka diuji dengan kesesuaian masing-masing, sesuai dengan tingkatnya di sisi Allah SWT.

Mari kita telaah ayat berikut:
(وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ)
Dan sungguh akan Kami uji mereka dengan sesuatu dari rasa takut, rasa lapar dan berkurangnya harta, jiwa dan buah-buahan dan berilah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.
[Surat Al-Baqarah 155]

Mukhotob dalam ayat di atas adalah kum (كم), pada ayat sebelumnya adalah orang-orang yang beriman. Dengan demikian secara ijmali konten ayat tersebut "khusus" berlaku bagi mukhotob tersebut : orang-orang yang beriman pada umumnya (kaum muslimin).

Mari kita liat point per point.

1. Ujian tersebut bersifat pasti. Hal ini tergambar dari penggunaan lam taukid (ل) di awal kalimat. Semua orang-orang beriman pasti akan mendapat ujian, tanpa kecuali.

2. Obyek ujian adalah "sekedar dari" (شيء من). Penggunaan kata itu menunjukkan bahwa materi ujian bersifat sedikit / sebentar. Seandainya kata ini dihilangkan, maka luar biasa, obyek ujian akan meliputi seluruh ketakutan, kelaparan, dan seterusnya.

Bandingkan dengan ayat ini yg ditujukan kepada bani Israel :
(وَقَطَّعْنَاهُمْ فِي الْأَرْضِ أُمَمًا ۖ مِنْهُمُ الصَّالِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ)
Dan Kami pecah mereka di muka bumi menjadi banyak umat. Di antara mereka adalah orang-orang yang sholeh dan ada pula yang selain itu. Dan Kami uji mereka dengan berbagai kebaikan dan keburukan agar mereka kembali.
[Surat Al-A'raf 168]

Ujian kepada mereka totalitas dengan berbagai (amat banyak) ujian kebaikan dan ujian keburukan.

3. Untuk ujian harta, jiwa dan buah-buahan, maka ujiannya adalah "berkurang" (نقس). Bagaimanapun, berkurang masih lebih ringan dari ketiadaan. Berkurang menunjukkan menurunnya angka dari level sebelumnya.

4. Yang berhasil adalah yg sabar. Sabar adalah kondisi tidak berkurangnya nilai-nilai positif (kebaikan), baik keimanan, amal shalih, usaha dan lainnya.
Menariknya, Alquran tidak mengatakan "apabila kalian sabar maka kalian berhasil", namun : "berilah kabar gembira" (بشر), berbentuk kata perintah kepada 1 orang untuk menyampaikan kabar gembira tersebut. Seolah Alquran hendak menyatakan "wahai Nabi Muhammad, engkau sampaikan pada hamba-hambaKu itu bahwa mereka berhasil".
Tidak hanya gembira karena ujian telah berakhir, namun berakhir dengan sukses dan sekarang dengan derajat yang lebih tinggi.

Maka bila Anda sedang mendapat ujian, bergembiralah, karena ujiannya hanya sekadar dan sebentar. Bila Anda merasa ujiannya lebih dari "sekedar", maka bersabarlah dan bergembiralah, karena barangkali Anda telah masuk ke dalam kelompok lebih khusus, bukan lagi kelompok pada umumnya (awam).

Wallahu A'lam



2 komentar:

  1. Bgn kaitan dg ayat : afahasibannas an yutraku an yaqulu amanna wahum la futnanun. Diayat tsb tampaknya cobaan besar, sehingga menggunakan kata fitnah?

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas komennya, akhi "Anonim".

    Ayat lengkap yang Anda sebutkan adalah dalam surat Al Ankabut ayat 1 dan 2, sbb :

    (1) أَحَسِبَ النّاسُ أَن يُترَكوا أَن يَقولوا آمَنّا وَهُم لا يُفتَنونَ
    وَلَقَد فَتَنَّا الَّذينَ مِن قَبلِهِم ۖ فَلَيَعلَمَنَّ اللَّهُ الَّذينَ صَدَقوا وَلَيَعلَمَنَّ (2) الكاذِبينَ

    Sebagaimana ayat tersebut, mukhotob ayat berbeda dengan ayat yang kita bahas. Mukhotob ayat yang Anda sampaikan adalah manusia pada umumnya "An-naas". Mereka belum mejadi mukmin (kaum muslimin). Mereka mengaku sudah beriman, sehingga diuji dengan "fitnah".

    Lebih jelas lagi pada ayat ke-dua, menjelaskan bahwa orang-orang sebelum mereka (manusia umum yang mengaku beriman) diuji, sehingga "ketahuan" (terbukti) mana yang benar (pengakuannya) dan mana yang berdusta.

    Sedangkan pada ayat yang kita bahas pada pembahasan di atas, mukhotobnya adalah orang-orang yang sudah beriman (kaum muslimin pada umumnya). Salah satu rahmat Allah adalah Arrahim, yang diberikan khusus buat orang-orang yang beriman. Salah satu wujudnya adalah pemeberian ujian yang ringan.

    Wallahu a'lam.


    BalasHapus