"Rahasia Perlindungan Allah bagi Nabi saw" : Belajar dari Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat ke-9 Bismillahirahmanirrahim, Surah Al-Baqarah ayat ke-9 berbunyi sebagai berikut : يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۚ وَمَا يَخْدَعُوْنَ اِلَّآ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَۗ " Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari. " Bila kita baca terjemahan Qur'an Kemenag di atas, kita akan menemukan kanehan yang luar biasa, apa itu? Kalimat "Mereka menipu Allah". Bagaimana mungkin Allah bisa ditipu? Kita masih bisa memahami kalimat "mereka menipu orang-orang yang beriman", sebab orang-orang yang beriman itu adalah manusia juga, sama layaknya dengan kaum munafik yang memungkinkan untuk bisa ditipu. Tapi, bagaimana dengan "menipu Allah"? bagaimana kita memahami ini secara logis? Untuk itu, mari kita belajar dari ayat yang ajaib ini. Kata yukhadi'un ( يُخٰدِعُوْنَ ) ...
"Kelihaian Orang-Orang Munafik" : Belajar dari Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat ke-8 Bismillahirahmanirrahim, Surah Al-Baqarah ayat ke-8 berbunyi sebagai berikut : وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَبِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَۘ " Di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari Akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang mukmin. " Setelah didahului 4 ayat berbicara tentang orang-orang Mutaqin dan disusul dengan 2 ayat berbicara tentang orang-orang kafir, selanjutnya Alquran berbicara panjang lebar tentang orang-orang munafik dalam 13 ayat, di mulai dengan ayat ini. Mari kita belajar bersama-sama. Ayat di atas dimulai dengan huruf "wa" ( وَ ) yang oleh para ulama dinamai " waw isti'naf " atau " waw ibtida ". Menurut ilmu nahwu, " waw ibtida " digunakan di awal kalimat, tetapi tidak memilki fungsi dan pengaruh terhadap arti dan hukum kalimat ( i'...