NIAT DAN TUJUAN Dalam terminologi Bahasa Indonesia, dua tema ini seringkali tumpang tindih. Pembahasannya pun, seringkali bercampur dengan istilah lain yang mirip, seperti: "maksud", "tekad" dan "kehendak". Kami mencoba untuk menempatkan pengertian masing-masing berdasarkan penggunaan dalam nash , morfologi, serta kaitannya dengan tiga kesadaran manusia. Semoga bermanfaat, amin. PENDAHULUAN - Apa yang disepakati para ulama Secara umum, para ulama menyepakati bahwa dua kata ini (niat dan tujuan) "memiliki spektrum yang berbeda" . Meskipun terdapat cukup banyak variasi pada penjelasan keduanya, umumnya mereka sepakat pula bahwa "niat itu terkait erat dengan kalbu" . Hal lain yang juga disepakati oleh para ulama adalah, bahwa keduanya "terkait erat dengan perbuatan" . Maka, kita akan jadikan "3 hal yang disepakati" ini sebagai pijakan untuk pembahasan ini, insyaallah. NIAT Kata ini berasal dari akar kata ( نَوَى - يَن...
Perjalanan Akal Mengenal Tuhan Pendahuluan Akal adalah "kemampuan berfikir dengan benar". Apakah setiap makhluk memiliki akal (al-aql) ? Akal hanya dianugerahkan oleh Sang Pencipta, kepada "makhluk mukallaf". Di antara mereka adalah manusia dan jin. Hewan tidak dianugerahi akal, itu sebabnya mereka tidak dapat berfikir benar. Di antara ciri kemampuan berfikir benar adalah: "mengenal sifat baik dan sifat buruk". Seandainya ada seekor kambing -- karena suatu sebab-- ia berakal, dapat berfikir, mampu mengenal sifat baik dan buruk, maka seketika itu ia menjadi mukallaf , ia menerima kewajiban syariat, sesuai kemampuannya. Ini dibahas dalam beberapa kitab fiqih, seperti kitab Kasyifah Asy-Syaja, karya ulama Nusantara, Al-Allamah As-Syaikh Muhammad Nawawi Al-Bantani. Bagaimana dengan "kecerdasan" binatang? Beberapa hewan dianggap memiliki kecerdasan tinggi, seperti simpanse, lumba-lumba, gurita dan burung gagak. Memang manusia menggunakan "otak...