Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label adab

RAHASIA LAFADZ ALLAH : HURUF LAHIR DAN BATHIN YANG KEKAL

 RAHASIA LAFADZ ALLAH : Hufuf Lahir dan Bathin Yang Kekal Bismillahirrahmanirrahim, Sebagian orang menduga, bahwa lafadz "Allah" ( الله ) dalam bahasa arab tersusun dari 4 buah huruf, yakni alif ( ا ), lam ( ل ), lam ( ل ) dan ha ( ه ). Apakah hanya itu saja? Tidak. Selain 4 huruf penyusun di atas, masih terdapat huruf lainnya.  Ke-4 huruf di atas adalah huruf-huruf yang bersifat lahiriyah ( dhahiriyyah ), yakni huruf yang tampak, yang dapat dicapai oleh indera kita, manusia. Sedangkan di dalam " Lafdzul Jalalah " (lafadz yang sempurna) tersebut terdapat huruf batin ( bathiniyah ). Huruf batin yang turut menyusn Lafdzul Jalalah karena bersifat " bathin " maka ia bersifat tidak  tampak dan tidak terjangkau. Namun ia ada dan memberi pengaruh pada pengucapan lafadz-Nya. Huruf tersebut memiliki tanda ( alamah ) yang ditampakkan, berupa tanda "tasydid" ( تشديد ) atau "syaddah" ( شدة )  yang berada di tengah-tengah dan di atas lafaz, yakni b...

Lebih Dalam Tentang Akhlak dan Adab Makna Utammima dan Makarim al-Akhlak

Lebih Dalam Tentang Akhlak dan Adab; Makna "Utammima" dan "Makarim al-Akhlak" PENDAHULUAN Bismillah, Pada tulisan yang lalu, kita telah sekilas membahas apa perbedaan antara akhlak dan adab. Bagi yang ingin mengetahui, silakan membaca di sini . Rasulullah Saw bersabda: ...إنما بعثت لأتمٌم مكارم الاخلاق... " Sesungguhnya, (tujuan) aku diutus, adalah (hanya) untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak" . (HR. Bukhari, al-Hakim, Ahmad, dll). Akhlak tidak dapat dipisahkan dari perbuatan seseorang. Sebab, tidaklah seseorang dapat dinilai akhlaknya, tanpa ia berbuat. Bisa dikatakan perbuatan itu sendiri adalah wujud / buah dari akhlak. Bahkan bisa jadi, seseorang yang tidak berbuat sesuatu, maka ia bisa dinilai sebagai orang yang tidak berakhlak. Oleh karena itu, sebelum kita bicara lebih jauh tentang akhlak, amat penting kita membahas apa itu perbuatan /amal, terlebih dahulu. Amal / Perbuatan Perbuatan adalah penggunaan potensi yang diberikan oleh Allah SWT.  Merujuk...

Aspek Tujuan Pendidikan dan Kebangkitan Islam di Nusantara

Aspek Tujuan Pendidikan dan Kebangkitan Islam di Nusantara *Catatan lama, semoga bermanfaat Beberapa waktu lalu (16 April 2017 ), saya mendengarkan diskusi yg disampaikan seorang pakar pendidikan Indonesia yang holistik, Pak Munif Chatib . Amat beruntung Indonesia memiliki seorang pakar pendidikan seperti beliau. Saya berandai-andai, kiranya beliau dalam waktu dekat diangkat jadi menteri Pendidikan, insyaallah akan memberikan kontribusi yang sangat besar. Saya mendengarkan paparan beliau dan amat miris dan sedih mendapati kenyataan yang beliau sampaikan, meskipun kita harus yakin, tetap optimis pada potensi luar biasa yang kita miliki. Kurang-lebih demikian: Menurut ilmu pendidikan, ada 3 obyek dan ukuran pendidikan. Secara berurutan dari yang paling penting adalah sbb: 1. Afektif,  yaitu respon / respek / sikap (moral). Pendidikan dikatakan berhasil bisa afektif anak didik baik. 2. Psikomotorik,  yaitu hasil kerja (karya). 3. Kognitif,  yaitu pengetahuan. Hampir seluruh ...

Sejatinya Mencintai Nabi Muhammad SAW

Secara bahasa, cinta ( حب ) berarti merayap, merangkak dan tumbuh. Biji tanaman atau benih disebut ( حبة ) terambil dari akar kata yang sama.  Dari sebuah benda kecil ini, akan bergerak, merayap dan tumbuh menjadi besar. Sebaliknya, benci ( كره ) berarti menahan paksa, muak, jijik, mengekang paksa. Yang pertama, melepaskan gerak dan tumbuh menjadi semakin besar, disertai rasa gembira . Sedang yang ke-2 mengekang paksa disertai rasa jijik dan muak . Kecintaan pada sesuatu, akan mengantarkan pelakunya, bergerak menuju yang dicintainya dan bergabung dengannya . Tidak hanya linear, tapi eksponensial. Semakin banyak dan semakin banyak. Seperti benih yang membesar, meninggi dan menjadi lebih banyak (batang, daun, cabang, tangkai dst). Nabi SAW bersabda, ( المرأ مع من أحب ), "seorang akan bersama (bergabung) dengan yang dicintainya". Sebaliknya, rasa benci akan men-jarak-kan pemiliknya dari sesuatu yang ia benci. Tak hanya berjarak, ia menghalang paksa dirinya dan berupaya menjauh ...

Apa Perbedaan Akhlak dan Adab?

Siapakah orang yang tidak berakhlak ? Mampukah kita menjawab itu?, Apa Kriterianya? ------------ Sebagian kita ada yang bertanya tanya, apa itu akhlak dan apa itu adab?. Di antaranya ada yang menganggap bahwa akhlak dan adab adalah sama saja, hanya berbeda istilah. Sebagian lagi menganggap bahwa keduanya adalah tingkatan, di mana adab lebih tinggi daripada akhlak. Ada pula yang beranggapan bahwa adab hanya pemanis saja terhadap hubungan antar manusia, namun tidak ada kaitannya dengan akhlak. Mereka beranggapan bahwa adab tidak terkait dengan amal, hukum dan kewajiban manusia. Sehingga menganggap adab tidak dihukumi pahala atau dosa. Kami akan coba telaah pembahasan ini melalui sebuah hadits Nabi SAW berikut: إنما بعثت لأتمٌم مكارم الاخلاق... Sesungguhnya, (tujuan) aku diutus, adalah (hanya) untuk menyempurnakan kemuliaan akhlaq. (HR. Bukhari, al-Hakim, Ahmad). Mari kita lihat satu demi satu. A. AKHLAK Akhlak adalah pemenuhan kewajiban  manusia, di mana pokok akhlaq meliputi 3 aspek...

Follower

Cari Blog Ini