Langsung ke konten utama

Postingan

Pasrah pada pengetahuan ?

Al-Quran yang mulia, sesudah Al-Fatihah dibuka dengan ayat ini : ِ الم * ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ * الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ . [Surat Al-Baqarah 1 - 3] Allah SWT menyebut Al-Quran sebagai "kitab tanpa keraguan, adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa".   Pada ayat lain memang terdapat indikasi bahwa selain orang yang bertakwa juga bisa mendapat petunjuk dari sebagian ayat Al-Quran. Akan tetapi secara mutlak petunjuk Al-Quran diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa. Kemudian Allah SWT menjabarkan ciri-cirinya.  Amat mengejutkan bahwa, ternyata ciri yg disebut paling awal bukanlah "orang yg baik" atau "orang yang sholat" atau "bersedekah" atau "berperang di jalan Allah" atau yg terasa lebih spektakuler dari itu.   Ciri pertama orang bertakwa yang disebut adalah percaya pada hal gaib . Baru kemudian c...

Penggunaan kata "hum" dan Mimpi Ajaib Nabi Yusuf

Bismillahirrahmanirrahim. Pada tulisan yang lalu, kami menyampaikan pendapat yang menyatakan bahwa inti doa Nabi Ibrahim As pada QS. Ibrahim (14:37) adalah "permintaan kepada Allah SWT untuk menjadikan sebagian manusia supaya mencintai keturunan beliau As (yang berasal) dari Nabi Ismail As dan otomatis berlanjut kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga dan keturunannya". (Tulisan tersebut dapat Anda baca di sini ). Beberapa waktu lalu, salah seorang sahabat kami menolak pendapat tersebut dengan mengetengahkan penjelasan dari salah satu kitab tafsir.  Di mana dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa kata "mereka" (him atau hum) dalam ayat di atas diartikan sebagai "Kota Makkah", bukan diartikan sebagai "mereka" (manusia dalam bentuk jamak). 2 Alasan dari pendapat tersebut adalah sbb : 1. Pada ayat lain dalam Al-Qur'an juga terdapat penggunaan kata ganti persona (hum / him), yang digunakan bukan untuk "orang", tetapi untuk "benda...

JIHAD, TAKUT DAN EKSTREMISME

JIHAD, TAKUT DAN EKSTREMISME PENDAHULUAN Tanyakan pada kawan Anda, apa gambaran jihad? apakah perang, kematian, darah? Secara bahasa jihad berasal dari kata جهد yang berarti bersungguh-sungguh. Kata bendanya adalah الجَهْد, berarti kelelahan atau الجُهْدُ, ber arti kemampuan. Lawan kata (antonim) dari kata ini adalah malas / bermalas-malasan / santai. Sebagian orang memaknai jihad adalah upaya untuk mencapai mati syahid dengan berperang. Ini adalah penyempitan makna dan kekeliruan yang bahkan bisa membelokkan sejatinya jihad. AGAMA ISLAM Agama Islam adalah agama fitrah. Fitrah untuk manusia, fitrah untuk alam semesta dan isinya. Pelajarilah Al-Quran dan sosok Nabi Muhammad SAW dengan mendalam dan komprehensif, niscaya Anda akan mendapati fitrah. Lakukan secara terbalik: Pelajari manusia, hewan, tumbuhan, alam semesta serta hubungan rumit antar mereka. Niscaya Anda akan menemukan nilai-nilai umum : fitrah.  Jadi dari manapun Anda mempelajari dan m...

TUKANG BERSIH - BERSIH

Apa yang tergambar di kepala kita saat membaca judul di atas? Apakah orang yang sedang mengepel lantai, menyapu halaman, mengelap perabot dari debu, menyikat kamar mandi, mengangkut sampah, menyapu jalanan? Petugas wc umumkah? Pembantu rumah tangga? Office boy? petugas kebersihan? Orang rendahan? Pekerja yang berada dalam tugas yang kurang penting? Bahkan sangat tidak penting? Apabila kita cermati, ternyata, orang-orang besar di dunia ini adalah tukang bersih-bersih. Proklamator kita Bung Hatta adalah tukang bersih-bersih sejak muda hingga meninggalnya. Pahlawan nasional Kyai besar Hasyim Asyari menghabiskan seluruh hidupnya jadi tukang bersih-bersih. Para khalifah rasyidah adalah tukang bersih-bersih sejati. Hingga Nabi Muhammad SAW adalah pribadi yang seluruh kehidupannya total untuk bersih-bersih. Manusia-manusia besar tersebut mengabdikan hidupnya untuk membersihkan kotoran dan noda yang terdapat pada jiwa individu, masyarakat, bangsa, negara dan seluruh umat manusia. Merek...

Hubungan antara Ego, Kedewasaan dan Konflik

Setiap hari kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari terjadi konflik antar manusia, baik dalam lingkup kecil : keluarga, kantor, sekolah, jalan raya hingga lingkup yang lebih besar seperti konflik di pemerintahan dan dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara, bahkan dalam kancah internasional. Seringkali konflik bermula dari hal-hal yang kecil dan sepele namun sering juga dapat membesar dalam skala luas dan berbahaya yang menimbulkan banyak korban baik harta maupun jiwa. PENYEBAB KONFLIK Berbagai pakar dalam hal ini telah menyampaikan analisa untuk mencari akar permasalahan guna menghindari dan mengatasi hal tersebut. Di antara pakar misalnya, menyebut penyebab konflik adalah perbedaan individu, latar belakang, nilai, persepsi, miskonsepsi dll. Bahkan sebagian terbesar pemikir menyimpulkan bahwa konflik adalah bagian inheren dari sebuah masyarakat, sehingga hanya akan hilang dengan hilangnya masyarakat. Tanpa bermaksud menyeberangi pendapat-pendapat mereka, ...

Usulan untuk presiden RI 2014 terpilih

3 KEBIJAKAN FUNDAMENTAL DAN STRATEGIS BAGI NKRI Pemilihan presiden tinggal di depan mata. Apakah presiden berikutnya hanya menambah daftar kepala Negara, namun tidak terlalu banyak membuat perubahan positif bagi bangsa Negara dan rakyat Indonesia? Semua berpulang pada kebijakan yang akan diambil nanti. Sekedar berandai-andai , kami mencermati, ada 3 kebijakan fundamental dan strategis yang perlu dilakukan untuk membuat perbaikan besar bagi Negara dan Bangsa ini. PERTAMA , selamatkan rupiah!  menyelamatkan rupiah sama dengan menyelamatkan ekonomi rakyat, negara, bangsa dan tanah air sekaligus. Bagaimana caranya? Standarkan rupiah dengan emas (gunakan kurs tetap-emas) . Untuk setiap rupiah yang beredar, negara harus punya stok emas dalam nilai yang sama. Rasanya ini tidak terlalu sulit mengingat bumi kita memiliki cadangan emas yang sangat besar. Pemerintah hanya boleh menambah uang beredar bila ada tambahan stok emas. Dengan demikian pada waktu kapanpun nila...

Follower

Cari Blog Ini