Kamis, 05 Mei 2016

BERSABAR DIRI dan MEMUDAHKAN

Bersabar Diri

Sabar adalah kondisi seorang bertahan / menahan diri dengan tetap mempertahankan nilai-nilai positifnya, seperti keyakinan (iman), usaha (amal) dan lainnya.

Sabar sering diartikan dengan tabah, daya tahan dan awet. Lawan dari berputus asa, mengeluh, menyerah dan lainnya.

Salah satu kata yg digunakan Alquran untuk sabar adalah "bersabar diri" (اصطبر).

Perhatikan 2 ayat di bawah ini:
(رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ ۚ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا)
Tuhan langit dan bumi dan semua yang berada di antara keduanya maka sembahlah Dia dan bersabar dirilah untuk beribadah....
[Surat Maryam 65]

(إِنَّا مُرْسِلُو النَّاقَةِ فِتْنَةً لَهُمْ فَارْتَقِبْهُمْ وَاصْطَبِرْ)
Sesungguhnya Kami akan mengirim unta betina sebagai fitnah bagi mereka, oleh karena itu (wahai nabi Shalih) awasilah mereka dan bersabar diri (dari perlakuan kaum engkau yang kafir)
[Surat Al-Qamar 27]

Kata "bersabar diri" (اصطبر) memiliki keanehan / anomali yang mengandung pelajaran yang berguna. Mari kita lihat.

Menurut beberapa kitab tafsir seperti Alqurtubi dan Athabari, asal kata (اصطبر) "ish tho ba ra" adalah (اصتبر) "ish ta ba ra" menggunakan huruf (ت), dengan wazan "if ta 'a la" (افتعل). Huruf yang seharusnya (ت) berubah menjadi (ط). Bagaimana ini bisa terjadi?

Dalam ilmu tajwid, makhrajul huruf (ص) dan (ت) berjauhan. Sehingga pengucapan (واصتبر) menjadi sulit dan lebih berat. Huruf pengganti, yang paling mendekati huruf (ت) dalam hal ini Allah SWT pilihkan, yaitu huruf (ط), karena makhrajul hurufnya berdekatan dengan huruf (ص) dan kata jadiannya (اصطبر) tidak membentur kata lainya.

Dengan pengubahan tersebut maka menjadi lebih mudah dan ringan pengucapannya.

Kembali ke ayat yang kita bahas, pada kedua ayat tersebut Allah SWT memerintahkan hambaNya untuk bersabar diri. Pada ayat pertama perintah kepada Nabi Muhammad SAW dan pada ayat kedua perintah kepada Nabi Shalih AS.

Perintah bersabar diri itu sesuatu yang berat dan tidak ringan. Maka Allah memberikan keringanan, dalam hal ini pengucapannya.

Ada kalanya kita mengalami hal serupa.
Sebagai contoh, jika kita mendidik anak kita untuk tidak makan makanan tertentu yang tidak sehat, misalnya. Kita minta ia untuk bersabar. Maka hendaknya kita mudahkan ia dalam menjalani hal tersebut. Janganlah ditambah dengan kondisi yang lebih memberatkan lagi.

Demikian, Allah SWT adalah maha mengajar. Dalam salah satu ayat,
(عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ)
Allah mengajarkan manusia apa yang manusia tidak tahu
[Surat Al-Alaq 5]

Selain mengajar, Allah SWT juga mendidik dan memberi contoh. Ayat yang kita bahas adalah contoh yang sangat baik, bagaimana Allah SWT mengajar manusia dan mencontohkan.

Semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam





Tidak ada komentar:

Posting Komentar