Langsung ke konten utama

Postingan

PERUBAHAN KATA GANTI ANTUNNA MENJADI ANTUM PADA AYAT TATHHIR AL-AHZAB 33:33, LALU, SIAPA SAJA AHLULBAIT?

Bismillahirrahmanirrahim, Pada tulisan sebelumnya, kita telah membahas bahwa ayat Tathhir,  Al-Ahzab 33:33 bukan berisi ketetapan Allah yang bersifat tanpa syarat, namun berisi keinginan Allah SWT ( iradatullah ) yang bersyarat. Bagi yang belum membaca, dapat dibaca di sini . Pada tulisan kali ini, kita akan membahas perubahan dhamir (kata ganti) " antunna " ( أنتن ) menjadi " antum " ( أنتم ) dalam ayat tersebut. PENDAHULUAN Dalam bahasa Arab, kata ganti " antunna " ( أنتن ) berarti "kamu" atau "kalian", digunakan untuk orang kedua, plural (jamak) dan feminim (wanita). Jamak berarti orang tersebut terdiri dari 3 orang atau lebih. Orang kedua berarti "kamu" atau "kalian", yaitu orang yang diajak bicara ( mukhatab ). Sedangkan kata ganti " antum " ( أنتم ) digunakan untuk orang kedua jamak, yang terdiri dari hanya laki-laki, atau campuran laki-laki dan perempuan. Al-Qur'an sangat teliti dalam penggunaan...

Makna "Yuridu" pada ayat Tathhir Alhlulbait, Al-Ahzab 33:33

Bismillahirrahmanirrahim, PENDAHULUAN Secara umum, pendapat kaum muslimin terkait "ahlul bait Nabi Saw" terbelah pada ayat tathhir, Al-Ahzab 33:33, melalui 2 pendapat besar: 1. Pendapat pertama memaknai ayat itu sebagai ketetapan Allah SWT yang bersifat mutlak tanpa syarat . Menurut pendapat ini, ayat itu menjamin bahwa ahlulbait sudah, akan dan terus 1)  disucikan dari semua jenis kotoran dan dosa. Dengan demikian -menurut pendapat ini- ahlulbait terjamin sebagai orang-orang yang suci dan terjaga (maksum) , dan berlaku terbatas hanya pada sejumlah kecil anggota ahlulbait saja 2) . 2. Pendapat kedua memaknai ayat ini sebagai iradatullah (keinginan Allah) yang sifatnya bersyarat. Menurut pendapat kedua ini, ayat tersebut mengistimewakan setiap anggota ahlulbait dengan penyucian, tapi dengan catatan: apabila yang bersangkutan memenuhi syaratnya . Di mana syarat tersebut dirinci oleh rangkaian ayat Surah Al-Ahzab, sejak ayat ke-28 hingga ke-34. Dengan demikian, setiap anggota...

Kaum Awam dan Kaum Khas

Kaum Awam dan Kaum Khas  Ada sebuah maqalah : لكلّ عوام خاص Pada setiap kelompok awam (dari kata aam , umum) terdapat satu bagian khash (khusus). Ini adalah fitrah kehidupan. Berjalannya suatu program, sistem bahkan organisasi, maka akan memerlukan hubungan dari dua kelompok tersebut, yang berjalan dengan baik pula. Dalam kaitannya dengan ilmu, maka yang dimaksud dengan khash adalah ulama. Dalam kaitannya dengan keahlian, maka yang dimaksud khash adalah para ahli di bidangnya, seperti dokter, arsitek, akuntan, yuris dan lain-lain. Dalam kaitannya dengan negara dan pemerintahan, maka khash adalah wakil rakyat, umara   dan lain sebagainya . Demikian pula, dalam kaitannya dengan ijtihad, maka khash adalah mujtahid , sedang kita, kaum awam adalah muqallid . Demikian seterusnya. Adalah fitrah juga, bahwa bagian khash selalu jumlahnya hanya sedikit. Hendaknya setiap orang berlaku sesuai wilayahnya / bagian masing-masing. Sebagai orang awam, janganlah kita mengambil peran khas. Sebag...

Aspek Tujuan Pendidikan dan Kebangkitan Islam di Nusantara

Aspek Tujuan Pendidikan dan Kebangkitan Islam di Nusantara *Catatan lama, semoga bermanfaat Beberapa waktu lalu (16 April 2017 ), saya mendengarkan diskusi yg disampaikan seorang pakar pendidikan Indonesia yang holistik, Pak Munif Chatib . Amat beruntung Indonesia memiliki seorang pakar pendidikan seperti beliau. Saya berandai-andai, kiranya beliau dalam waktu dekat diangkat jadi menteri Pendidikan, insyaallah akan memberikan kontribusi yang sangat besar. Saya mendengarkan paparan beliau dan amat miris dan sedih mendapati kenyataan yang beliau sampaikan, meskipun kita harus yakin, tetap optimis pada potensi luar biasa yang kita miliki. Kurang-lebih demikian: Menurut ilmu pendidikan, ada 3 obyek dan ukuran pendidikan. Secara berurutan dari yang paling penting adalah sbb: 1. Afektif,  yaitu respon / respek / sikap (moral). Pendidikan dikatakan berhasil bisa afektif anak didik baik. 2. Psikomotorik,  yaitu hasil kerja (karya). 3. Kognitif,  yaitu pengetahuan. Hampir seluruh ...

BAGAIMANA ORANG ISLAM MENGENAL BIG BANG BUKAN LEDAKAN

BAGAIMANA ORANG ISLAM MENGENAL BIG BANG BUKAN LEDAKAN Salah satu nikmat yang dimiliki orang Islam adalah dalam hal ilmu pengetahuan. Bagi sebagian nonmuslim, untuk sampai pada tingkat memahami ilmu pengetahuan, ia harus berusaha terlebih dahulu melewati berbagai tahapan usaha. Mulai dari mengumpulkan data, menganalisa hingga upaya yang melelahkan pada detil-detil terlebih dahulu. Setelah itu semua dilewati, baru ia sampai pada kesimpulan: paham, mengerti.  Itupun jika tidak terdapat distorsi dan kekeliruan data dan analisis. Berbeda dengan sebagian besar orang Islam. Di mana orang islam: paham dahulu, detil bisa menyusul belakangan . Mengapa demikian ? Izinkan saya berbagi pengalaman. Beberapa waktu lalu, saya membaca update  (sebetulnya juga sudah lama) NASA soal big bang , di antaranya: 1. Bahwa sebenarnya, big bang itu "bukan ledakan". Bahkan tidak ada yang meledak. Tapi, merupakan munculnya "ruang secara tiba-tiba lalu mengembang, dengan laju yang luar biasa" 2....

Sejatinya Mencintai Nabi Muhammad SAW

Secara bahasa, cinta ( حب ) berarti merayap, merangkak dan tumbuh. Biji tanaman atau benih disebut ( حبة ) terambil dari akar kata yang sama.  Dari sebuah benda kecil ini, akan bergerak, merayap dan tumbuh menjadi besar. Sebaliknya, benci ( كره ) berarti menahan paksa, muak, jijik, mengekang paksa. Yang pertama, melepaskan gerak dan tumbuh menjadi semakin besar, disertai rasa gembira . Sedang yang ke-2 mengekang paksa disertai rasa jijik dan muak . Kecintaan pada sesuatu, akan mengantarkan pelakunya, bergerak menuju yang dicintainya dan bergabung dengannya . Tidak hanya linear, tapi eksponensial. Semakin banyak dan semakin banyak. Seperti benih yang membesar, meninggi dan menjadi lebih banyak (batang, daun, cabang, tangkai dst). Nabi SAW bersabda, ( المرأ مع من أحب ), "seorang akan bersama (bergabung) dengan yang dicintainya". Sebaliknya, rasa benci akan men-jarak-kan pemiliknya dari sesuatu yang ia benci. Tak hanya berjarak, ia menghalang paksa dirinya dan berupaya menjauh ...

Follower

Cari Blog Ini