Langsung ke konten utama

Postingan

Kaum Awam dan Kaum Khas

Kaum Awam dan Kaum Khas  Ada sebuah maqalah : لكلّ عوام خاص Pada setiap kelompok awam (dari kata aam , umum) terdapat satu bagian khash (khusus). Ini adalah fitrah kehidupan. Berjalannya suatu program, sistem bahkan organisasi, maka akan memerlukan hubungan dari dua kelompok tersebut, yang berjalan dengan baik pula. Dalam kaitannya dengan ilmu, maka yang dimaksud dengan khash adalah ulama. Dalam kaitannya dengan keahlian, maka yang dimaksud khash adalah para ahli di bidangnya, seperti dokter, arsitek, akuntan, yuris dan lain-lain. Dalam kaitannya dengan negara dan pemerintahan, maka khash adalah wakil rakyat, umara   dan lain sebagainya . Demikian pula, dalam kaitannya dengan ijtihad, maka khash adalah mujtahid , sedang kita, kaum awam adalah muqallid . Demikian seterusnya. Adalah fitrah juga, bahwa bagian khash selalu jumlahnya hanya sedikit. Hendaknya setiap orang berlaku sesuai wilayahnya / bagian masing-masing. Sebagai orang awam, janganlah kita mengambil peran khas. Sebag...

Aspek Tujuan Pendidikan dan Kebangkitan Islam di Nusantara

Aspek Tujuan Pendidikan dan Kebangkitan Islam di Nusantara *Catatan lama, semoga bermanfaat Beberapa waktu lalu (16 April 2017 ), saya mendengarkan diskusi yg disampaikan seorang pakar pendidikan Indonesia yang holistik, Pak Munif Chatib . Amat beruntung Indonesia memiliki seorang pakar pendidikan seperti beliau. Saya berandai-andai, kiranya beliau dalam waktu dekat diangkat jadi menteri Pendidikan, insyaallah akan memberikan kontribusi yang sangat besar. Saya mendengarkan paparan beliau dan amat miris dan sedih mendapati kenyataan yang beliau sampaikan, meskipun kita harus yakin, tetap optimis pada potensi luar biasa yang kita miliki. Kurang-lebih demikian: Menurut ilmu pendidikan, ada 3 obyek dan ukuran pendidikan. Secara berurutan dari yang paling penting adalah sbb: 1. Afektif,  yaitu respon / respek / sikap (moral). Pendidikan dikatakan berhasil bisa afektif anak didik baik. 2. Psikomotorik,  yaitu hasil kerja (karya). 3. Kognitif,  yaitu pengetahuan. Hampir seluruh ...

BAGAIMANA ORANG ISLAM MENGENAL BIG BANG BUKAN LEDAKAN

BAGAIMANA ORANG ISLAM MENGENAL BIG BANG BUKAN LEDAKAN Salah satu nikmat yang dimiliki orang Islam adalah dalam hal ilmu pengetahuan. Bagi sebagian nonmuslim, untuk sampai pada tingkat memahami ilmu pengetahuan, ia harus berusaha terlebih dahulu melewati berbagai tahapan usaha. Mulai dari mengumpulkan data, menganalisa hingga upaya yang melelahkan pada detil-detil terlebih dahulu. Setelah itu semua dilewati, baru ia sampai pada kesimpulan: paham, mengerti.  Itupun jika tidak terdapat distorsi dan kekeliruan data dan analisis. Berbeda dengan sebagian besar orang Islam. Di mana orang islam: paham dahulu, detil bisa menyusul belakangan . Mengapa demikian ? Izinkan saya berbagi pengalaman. Beberapa waktu lalu, saya membaca update  (sebetulnya juga sudah lama) NASA soal big bang , di antaranya: 1. Bahwa sebenarnya, big bang itu "bukan ledakan". Bahkan tidak ada yang meledak. Tapi, merupakan munculnya "ruang secara tiba-tiba lalu mengembang, dengan laju yang luar biasa" 2....

Sejatinya Mencintai Nabi Muhammad SAW

Secara bahasa, cinta ( حب ) berarti merayap, merangkak dan tumbuh. Biji tanaman atau benih disebut ( حبة ) terambil dari akar kata yang sama.  Dari sebuah benda kecil ini, akan bergerak, merayap dan tumbuh menjadi besar. Sebaliknya, benci ( كره ) berarti menahan paksa, muak, jijik, mengekang paksa. Yang pertama, melepaskan gerak dan tumbuh menjadi semakin besar, disertai rasa gembira . Sedang yang ke-2 mengekang paksa disertai rasa jijik dan muak . Kecintaan pada sesuatu, akan mengantarkan pelakunya, bergerak menuju yang dicintainya dan bergabung dengannya . Tidak hanya linear, tapi eksponensial. Semakin banyak dan semakin banyak. Seperti benih yang membesar, meninggi dan menjadi lebih banyak (batang, daun, cabang, tangkai dst). Nabi SAW bersabda, ( المرأ مع من أحب ), "seorang akan bersama (bergabung) dengan yang dicintainya". Sebaliknya, rasa benci akan men-jarak-kan pemiliknya dari sesuatu yang ia benci. Tak hanya berjarak, ia menghalang paksa dirinya dan berupaya menjauh ...

Apa Perbedaan Akhlak dan Adab?

Siapakah orang yang tidak berakhlak ? Mampukah kita menjawab itu?, Apa Kriterianya? ------------ Sebagian kita ada yang bertanya tanya, apa itu akhlak dan apa itu adab?. Di antaranya ada yang menganggap bahwa akhlak dan adab adalah sama saja, hanya berbeda istilah. Sebagian lagi menganggap bahwa keduanya adalah tingkatan, di mana adab lebih tinggi daripada akhlak. Ada pula yang beranggapan bahwa adab hanya pemanis saja terhadap hubungan antar manusia, namun tidak ada kaitannya dengan akhlak. Mereka beranggapan bahwa adab tidak terkait dengan amal, hukum dan kewajiban manusia. Sehingga menganggap adab tidak dihukumi pahala atau dosa. Kami akan coba telaah pembahasan ini melalui sebuah hadits Nabi SAW berikut: إنما بعثت لأتمٌم مكارم الاخلاق... Sesungguhnya, (tujuan) aku diutus, adalah (hanya) untuk menyempurnakan kemuliaan akhlaq. (HR. Bukhari, al-Hakim, Ahmad). Mari kita lihat satu demi satu. A. AKHLAK Akhlak adalah pemenuhan kewajiban  manusia, di mana pokok akhlaq meliputi 3 aspek...

BERBUKA PUASA MENUNGGU GELAP?

Bismillah, Dalam Al-Qur'an terdapat ketetapan sederhana mengenai hari, bahwa 1 hari memiliki 2 bagian : 1 bagian malam (ليل) dan 1 bagian siang (نهار) . Allah SWT berfirman: وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَۖ كُلٌّ فِى فَلَكٍ يَسْبَحُونَ "Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya". (Al-Anbiya 21:33) Batas mulai malam adalah batas berakhirnya siang, yaitu terbenam matahari . Demikian pula batas mulai siang adalah batas berakhirnya malam, yaitu terbit matahari . Dalam kalender Islam, sesuai Al-Qur'an, ketika matahari terbenam, maka berakhirlah hari itu dan berganti hari baru, tanggal baru. Ini adalah kaidah  yang sederhana, tapi amat penting. Bisa terjadi kekacauan hukum fiqih, bila tidak memahami kaidah ini. AWAL BULAN PUASA Sesuai Al-Qur'an, dimulainya bulan Ramadhan adalah ketika berakhirnya hari terakhir bulan Sya'ban . Firman Allah: فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ...

Pujian Rasulullah SAW pada Abu Bakar RA dan Ali RA

 Sabda Nabi SAW: "لا يعرف الفضل لأهل الفضل إلاّ ذوو الفضل" "Tidaklah mengetahui keutamaan yang dimiliki oleh orang yang utama, kecuali dia juga seorang yang memiliki keutamaan ". Kalimat di atas diucapkan oleh Rasulullah SAW pada suatu hari, ditujukan pada dua orang sekaligus. Bagaimana ceritanya? Pada suatu hari, Rasulullah SAW berada di masjid beliau yang penuh sesak oleh para sahabat. Mereka semua berupaya mendekat pada Nabi SAW yang sedang menyampaikan risalah agama. Di samping Rasulullah SAW adalah Abu Bakar Ra . Dalam keadaan demikian, datanglah Ali bin Abu Thalib Kw  memasuki masjid dan berupaya mencari tempat kosong untuk duduk dan bergabung mendengar dari Rasulullah Saw. Melihat itu, Abu Bakar Ra bergeser sedikit demi sedikit menjauhi Nabi, membuat ruang kosong antara beliau dengan Nabi Saw, lalu mengangkat tangannya memberi isyarat kepada Ali Kw, supaya duduk di antara Rasulullah Saw dan dirinya. Melihat itu, Rasulullah tersenyum senang dan mengucapkan ka...

Follower

Cari Blog Ini