Langsung ke konten utama

Naikan harga rokok, bukan BBM (2)


Naikkan harga rokok, bukan BBM (2)



Kelanjutan tulisan pertama.... (Bagi yang ingin membaca, dapat diklik di sini)

Demo anti kenaikkan BBM sudah usai. Tuntas ? walllahu a'lam. Yang jelas, hasil rapat DPR jumat, menjadikan harga BBM per 1 April 2012 tidak naik (tertunda). UU APBN-P memberikan tambahan pasal, yang berisi memberikan wewenang pemerintah untuk menaikkan atau menurunkan BBM dengan kondisi tertentu di kemudian hari (jadi ada kemungkinan naik dong?) Pasal tersebut berpesan, nanti kalau ada kenaikan BBM, demo-nya ke pemerintah ya, jangan ke DPR lagi ya, kan yang naikin pemerintah ???

Apa lagi? Subsidi BBM APBN-P untuk 2012 ditetapkan sebesar 137 Trilyun (http://ekonomi.tvonenews.tv/berita/view/54704/2012/03/26/subsidi_bbm_apbnp_2012_ditetapkan_rp137_triliun.tvOne). Konon jauh lebih besar dari dana tanggap bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia.

Apa lagi...? beberapa harga bahan pokok, termasuk buah, sayur, produk textil dan lain-lain sudah terlanjur naik. Padahal harga BBM belum jadi naik. Menegapa? Karena mekanisme harga pasar yang berlaku di dunia ini memasukan "hantu" dalam perhitungannya. Sehingga kata-kata : "isu", "rencana", "ada kabar" dan sejenisnya juga ikut memboboti mekanisme supply - demand, untuk menaikkan / menurunkan harga. Ini bukti lagi, bahwa bbm sangat sensitif terhadap perubanan harga barang dan jasa.

Sekarang bagaimana dengan ide untuk menaikkan harga rokok. Berapa besar konsumsi rokok di Indonesia?

Menurut data WHO pada tahun 2008, konsumsi rokok penduduk Indonesia mencapai 225 Milyar batang per tahun (http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/05/31/55829/WHO-Konsumsi-Rokok-di-Indonesia-225-Miliar-Batang-per-Tahun). 

Dibagi setahun, maka konsumsi rokok per hari mencapai lebih dari 616 juta batang. 
Bila jumlah penduduk Indonesia sekitar 200 jt, artinya setiap hari, setiap manusia hidup di indonesia dari anak bayi yang baru lahir hingga orang tua menghisap rokok 3 batang sehari. Lebih-lebih lagi, trend tersebut naik setiap tahun. 

Menurut kementrian perindustrian, produksi rokok 2012 akan mencapai lebih dari 260 Milyar batang (http://www.indonesiafinancetoday.com/read/17772/Produksi-Rokok-Diproyeksi-Tumbuh-4-di-2012).

Bila Pemerintah menaikkan cukai rokok Rp. 1.000,- per batang,  maka (tambahan) penerimaan akan mengubah wajah APBN-P menjadi tersenyum. Seandainya dengan kenaikan tersebut, konsumsi rokok menjadi berkurang setengahnya pun, tambahan penerimaan akan mencapai lebih dari 130 Trilyun (260 M dibagi 2, dikalikan Rp. 1.000,-) hampir setara dengan total subsidi BBM untuk APBN-P 2012. Naikkan pula cukai minuman keras, dan upaya penghematan Anggaran tetap dilakukan, maka sangat mungkin, APBN kita surplus, termasuk menutup defisit tahun lalu.

Kajian yang lengkap dan mendalam mengenai hal ini layak dilakukan oleh pemerintah dan pihak terkait, termasuk memperhitungkan efek jangka pendek, menengah dan panjang untuk kepentingan rakyat dan Bangsa Indonesia yang berhasil memegang juara 3 dunia dalam konsumsi rokok !!!

Yang jelas, menaikkan BBM berakibat seluruh harga naik dan budget untuk belanja rokok (dalam rumah tangga) juga berkurang. Namun, menaikkan harga rokok tidak mempengaruhi harga barang dan jasa, hanya berakibat pada budget rumah tangga (sang Bapak) untuk membeli rokok.

----
Catatan update :
Menurut data dari Dirjen Bea Cukai, konsumsi rokok Nasional pada tahun 2020 sebesar 322 miliar batang (https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/12/15/berapa-jumlah-konsumsi-rokok-masyarakat-indonesia-per-tahun).

Apabila secara radikal cukai rokok ditambah Rp. 2.000 per batang, maka penerimaan negara akan bertambah sebesar Rp 644 triliun . Seandainya perokok berkurang setengahnya karena harga tinggi, jumlah yang terkumpul masih sebesar Rp 322 triliun.

Sedangkan menurut release kemenkeu tanggal 3 September 2022, total anggaran subsidi untuk kompensasi BBM adalah sebesar Rp. 252,5 triliun (https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Pemerintah-Sesuaikan-Harga-BBM). 

----

Jadi, siapa setuju...????



Komentar

Posting Komentar

Silakan mengisi komentar

Postingan populer dari blog ini

Usia Nabi Ismail AS ketika peristiwa penyembelihan

Usia Nabi Ismail Saat Peristiwa Penyembelihan Oleh : Almar Yahya Cukup banyak pendapat yang menyatakan bahwa usia Nabi Ismail As saat peristiwa penyembelihan pada kisaran 6-7 tahun. Penuturan kisah ini senantiasa diulang sepanjang masa karena berkaitan dengan pelaksanaan ibadah qurban setiap bulan Dzul Hijjah. Dari kisah ini dapat digali banyak sekali hikmah dan pelajaran yang berharga bagi kehidupan manusia baik aspek pendidikan, kemanusiaan, filsafat, spiritual dan lain sebagainya. Namun, apakah benar kisaran usia tersebut?  Kami berpendapat bahwa ketika itu usia (nabi) Ismail As telah sampai pada usia baligh (mencapai kisaran usia 14-15 tahun) dan masuk pada fase ke-3 masa pendidikan anak ( 15 - 21). Kita akan sedikit menggali dari kisah yang disampaikan Allah SWT dalam Alquran, surat Asshofat. Mari kita perhatikan surat Asshofat ayat 102 sbb : فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَا...

Pujian Rasulullah SAW pada Abu Bakar RA dan Ali RA

 Sabda Nabi SAW: "لا يعرف الفضل لأهل الفضل إلاّ ذوو الفضل" "Tidaklah mengetahui keutamaan yang dimiliki oleh orang yang utama, kecuali dia juga seorang yang memiliki keutamaan ". Kalimat di atas diucapkan oleh Rasulullah SAW pada suatu hari, ditujukan pada dua orang sekaligus. Bagaimana ceritanya? Pada suatu hari, Rasulullah SAW berada di masjid beliau yang penuh sesak oleh para sahabat. Mereka semua berupaya mendekat pada Nabi SAW yang sedang menyampaikan risalah agama. Di samping Rasulullah SAW adalah Abu Bakar Ra . Dalam keadaan demikian, datanglah Ali bin Abu Thalib Kw  memasuki masjid dan berupaya mencari tempat kosong untuk duduk dan bergabung mendengar dari Rasulullah Saw. Melihat itu, Abu Bakar Ra bergeser sedikit demi sedikit menjauhi Nabi, membuat ruang kosong antara beliau dengan Nabi Saw, lalu mengangkat tangannya memberi isyarat kepada Ali Kw, supaya duduk di antara Rasulullah Saw dan dirinya. Melihat itu, Rasulullah tersenyum senang dan mengucapkan ka...

5P Perjalanan Diri: Dari Potensi Menuju Pengabdian

  5P Perjalanan Diri: Dari Potensi Menuju Pengabdian Setiap manusia lahir dengan sebuah misteri yang tidak sepenuhnya ia pahami sejak awal: " Potensi dirinya sendiri".  Ada yang tampak jelas, ada yang tersembunyi, dan ada yang baru terungkap seiring waktu, pengalaman, dan perjalanan hidup. Dalam pandangan ini, perjalanan manusia dapat dibaca melalui lima tahap yang saling terhubung, yang kami sebut sebagai  5P :  Potency, Passion, Place, Power, dan Practice . 1. Potency Dalam sebuah riwayat disebutkan, " Man arofa nafsahu faqad arofa robbahu ". Siapa telah berhasil mengenal sejati dirinya, maka ia bahkan telah mampu mengenal Tuhan. Seseorang wajib mengenali dirinya. Ia mesti mengerahkan segenap kemampuan dengan terus menerus untuk mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangannya, juga mengenali bidang apa yang ia minati. Dengan demikian ia akan tahu dengan jelas apa potensi yang dimiliki oleh dirinya. Ini ada adalah titik awal bagi perjalanan penting setiap manusia....

Follower

Cari Blog Ini